Yap, satu lagi kegiatan TMA di penghujung semester genap ini. Di proyek yang satu ini, TMA bekerjasama dengan Alumni Elektro ITB angkatan 1999 dan Keluarga Asrama Mahasiswa Bumi Ganesha ITB. Acara bakti sosial yang bertajuk “Terimakasih Cisitu” ini merupakan kegiatan khitanan massal. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pengabdian Alumni Elektro ITB angkatan 1999 kepada masyarakat daerah Cisitu, sebagai wujud terimakasih mereka selama menjadi mahasiswa.
Bukan balai pengobatan atau bantuan medis kali ini, tapi pemberian penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Bahaya Rokok kepada peserta khitan dan orang tua pengantarnya. Mengapa PHBS yang diangkat? Karena penyuluhan ini dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan -yang sebenarnya- jauh lebih baik dari pengobatan. Ya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Poin itulah yang ingin kami sampaikan pada kegiatan penyuluhan kali ini. Lalu mengapa mengusung tema khusus tentang rokok? Karena –menurut sumber terpercaya^^- masyarakat di daerah sana masih banyak yang merokok. Diharapkan, dengan penyuluhan ini dapat mengingatkan kembali masyarakat akan bahaya rokok terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan ini berlagsung pada hari Senin, 4 Juli 2011. Khitanan massal yang melibatkan kurang lebih 32 orang anak ini dilaksanakan di Seno Medika Klinik, Cicadas, Bandung. Disana pula lah tempat dilaksanakannya penyuluhan yang berdurasi kurang lebih 30 menit itu, oleh kami: Andi Kusnawan, Putri Dwi Permata dan Indri Nurul Badriyah. Sambil menunggu gilirannya untuk dikhitan, anak-anak dan orangtuanya berkumpul untuk menyaksikan kegiatan penyuluhan ini. Selain memberikan penyuluhan, kami juga mengadakan pemeriksaan tekanan darah bagi para orangtua (dan juga panitia) yang ingin mengecek tekanan darahnya.

Keseluruhan kegiatan ini dimulai pada pukul 12.30 dan berakhir pada pukul 15.30. Banyak sekali hal yang menarik pada kegiatan ini. Sebelum acara intinya, yaitu khitan, peserta khitan juga di arak keliling Cisitu, bernyanyi dan berjoget bersama di halaman asrama BG ITB. Kemudian, sesaat setelah khitan selesai pun, para mahasiswa dari asrama BG ITB mempersembahkan beberapa penampilan seperti tarian tradisional dan karaoke bersama. Dan terakhir ada games untuk peserta khitan , juga sesi foto bersama. Keseluruhan acara berjalan dengan lancar. Suasananya sangat menyenangkan. Semua senang, termasuk para peserta khitan yang -sepengamatan kami- tidak ada yang menangis sama sekali! Alhamdulillah..

Dan, seperti yang disampaikan oleh panitia kepada para peserta khitan: ‘Selamat menempuh bentuk baru..’. Ya, ini berlaku juga untuk kami. Banyak pelajaran yang bisa kami diambil dari proyek ini, semoga bisa ‘membentuk’ kami yang lebih baik dalam memberikan yang terbaik dalam setiap proyek TMA. Insya Allah..
Salam TMA, Bangkit!!



0 comments:
Post a Comment