Bismillahirrahmanirrahim J
24 Juni 2012, hari yang
menegangkan bagi beberapa orang dan sangat menentukan, bukan karena hari ini
mereka melangsungkan akad pernikahan, tapi hari itu adalah hari bagi 11 orang
anak laki-laki kecil yang akan “membersihkan” bagian dirinya dengan cara
dikhitan.
Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu
ketiak, memendekkan kumis dan memotong
kuku" (H.R. Bukhari Muslim).
Khitanan masal kali ini kami lakukan
atas permintaan kerjasama dari Gerakan Mahasiswa Kosgoro Bandung di STKS (Dago)
Bandung. Dalam proyek ini turunlah 5 orang dokter, 10 orang dokter muda, dan 3
orang mahasiswa S1 FK Unpad yang semuanya tergabung dalam Tim Medis Asy-syifaa.
Briefing awal telah dilakukan 1 hari sebelum pelaksanaan khitan untuk meng-cross check semua persiapan. Pembagian
tugas dan briefing dilakukan lagi di pagi harinya di bawah supervisi dari
supervisor kita kang Hendro Kasmanto. J Setelah
semuanya siap, kita tinggal menunggu pembukaan acara yang resmi dibuka oleh
Walikota (atau yang mewakili) Kota Bandung.
Apa saja yang dilakukan saat khitanan
masal???
1. Khitan
atau pemotongan kulit (prepucium-red)
dari alat kelamin laki-laki hanya akan dilakukan apabila tidak ada
kontraindikasinya (kelainan congenital letak lubang kencing, kelainan darah
–red), oleh karena itu yang pertama kita lakukan adalah check up. Check up ini
dapat dilakukan di hari yang berbeda sebelum khitanan masal dilakukan, namun
pada khitanan masal kali ini check up dilakukan beberapa jam sebelum khitan
dilakukan (sebelum pembukaan). Informasi seperti data umum, berat badan,
riwayat penyakit, dan hasil pemeriksaan alat kelamin pada anak yang di khitan
ditulis dan dikumpulkan dalam medical record yang telah disiapkan. Ini dia
dokumentasinya J
2. Peralatan
siap, tim khitan siap, anak-anak siap, orang tua siap. Saatnya
khitaaaaaaaaaaaaaann! J
Satu tim khitan
terdiri dari operator, asisten 1 dan asisten 2 (omlop) ditemani dengan
alat-alat khitan dan hadiah dari panitia untuk anaknya nanti (sarung). Operator
berarti orang yang melakukan prosedur khitan. Asisten 1 berarti orang yang
membantu operator dalam melakukan prosedur khitan, asisten 1 bergabung dengan
operator dalam kondisi yang steril dan mempunyai pemikiran yang lebih cepat 1
langkah daripada operator (hint!) J
Sedangkan asisten 2 merupakan perantara antara area non-steril dan steril.
Prosedur khitan
dilakukan dari awal tindakan aseptik-antiseptik, anestesi, pembebasan kulit,
pengguntingan, penjahitan, dan terakhir pemberian salep antibiotik. Dokumentasi
prosedur selalu ditulis di atas lembar medical record oleh asisten. Banyak
tangisan, tapi banyak juga doa – doa dari para orang tua yang senantiasa ikut
melancarkan proses khitanan ini. Sikap baik para tim khitan pada anak-anak juga
dapat mengurangi rasa takut anak-anak pada alat-alat khitan di sekelilingnya,
bahkan untuk beberapa anak yang “agak” rewel kami buatkan balon dari sarung
tangan, alhasil si anak pun tertawa :D
3. Setelah
selesai di khitan, setiap anak akan diberikan obat yang dosisnya telah
dihitung, ini dia tim penjaga obat kita yang sedang menghitung, menulis dan
mempersiapkan obat untuk diberikan kepada anak-anak .J
Sambil diberikan
obat, diberikan juga edukasi bagi orang tua anak yang dikhitan untuk perawatan
post-khitan, yaitu jangan dulu kena air alat kelaminnya, bagaimana caranya
untuk membersihkannya setelah buang air kecil, jangan melakukan penetesan ke
alat kelamin (seperti ditetesi minyak, klorofil, dll), banyak makan yang
bergizi terutama yang mengandung protein, habiskan obat antibiotiknya, jadwal
untuk follow up, dll. Baru setelah orang tuanya mengerti, mereka boleh turun ke
bawah untuk menunggu sekitar 1 jam observasi dan boleh pulang.
4. Prosedur
selesai, TARAAAAAAAAAAAA ini dia senyum-senyum dari wajah tim khitan, panitia,
orang tua dan anak yang sudah berhasil di khitan :D
5. Ups,
setelah selesai khitan, tim khitan jangan pulang dulu, harus beres-beres duyuuuu~
Alhamdulillah, rangkaian khitan
di tanggal 24 Juni 2012 kemarin selesai dengan lancar, hasi follow up di
tanggal 27 Juni 2012 di Kelurahan Dago juga lancar J.
Kekurangan, saran dan kritik
biarlah menjadi bahan evaluasi yang sangat sangat dianjurkan untuk diperhatikan
untuk khitan di kemudian hari. Akhir kata..... “sungguh, yang dibutuhkan di sini adalah ilmu yang kuat, aplikasi yang
hebat, niat dan tekad yang bulat serta ketulusan hati yang mengikatkan hati
kita kepada sebuah pengabdian J”
Terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu, terutama kepada pihak Gema Kosgoro, semoga kerjasama kita
dapat berlanjut ke depannya.
Wasalam.