Proyek kali ini bisa jadi berbeda dari biasanya, mengapa? Karena kali ini TMA berkerjasama untuk kedua kalinya dengan Kampus Peduli (K-Ped) sebagai tenaga sukarela atau volunteer untuk proyek bakti sosial yang terbilang cukup besar dan spesial.
Bakti sosial ini dilaksanakan di desa Parang Gombong, Jatiluhur, Purwakarta, selama 3 hari. Tempat tujuan baksos adalah desa yang cukup terisolir dan jauh dari akses kesehatan, baik dokter maupun puskesmas. Untuk mencapai tempat tujuan, kami harus melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan umum dilanjutkan dengan menaiki perahu dari dermaga Jatiluhur dengan waktu tempuh sekitar 50 menit untuk mencapai tempat peristirahatan malam pertama.
Setelah beristirahat di malam hari, tibalah kami di hari utama, yaitu hari sabtu. Pada hari sabtu inilah diadakan berbagai rangkaian bakti sosial. Bakti sosial kali ini mencakup berbagai bidang, baik bidang pendidikan, kemasyarakatan hingga kesehatan. Untuknya, tenaga sukarela yang turun tidaklah sedikit. Terhitung ada sekitar 70 tenaga sukarela yang ikut turun dari pihak K-Ped dan TMA.
Pada pelaksanaannya, TMA ikut berperan dalam bidang kesehatan dengan melaksanakan balai pengobatan kepada seluruh masyarakat desa Parang Gombong dan melakukan berbagai penyuluhan kesehatan kepada siswa-siswi tingkat SD, SMP hingga SMA.
Dikarenakan letak dan posisi balai pengobatan dan penyuluhan terbilang sangat jauh dan berlangsung secara paralel. Kami membagi TMA terbagi menjadi 2 tim, tim pendahulu balai pengobatan dan tim penyuluhan.
Untuk balai pengobatan (BP), dari tempat penginapan pertama kami kembali berlayar dengan menaiki perahu kembali dan setelah menepi dibutuhkan pendakian sekitar 15 menit menuju tempat pemberhentian akhir.
Balai pengobatan berjalan dengan lancar dan baik tanpa kendala yang berarti. Estimasi pasien pada BP mencapai 200 orang, dan dibagi menjadi 2 shift. Shift pertama berlangsung dari jam 9-12 siang dan shift kedua berlansung dari jam 2-5 sore. BP melibatkan 1 orang dokter, 5 orang koas tingkat akhir dan 8 orang mahasiswa.
(Tim Proyek BP TMA Parang Gombong, Purwakarta)
Untuk penyuluhan pun tidak jauh berbeda, letak dan posisi yang cukup jauh mengharuskan dilakukan perjalanan kembali dengan medan yang cukup terjal dengan menaiki kendaraan khusus.
(Tim Proyek penyuluhan bersama K-Ped)
Secara keseluruhan, penyuluhan berlangsung dengan baik dan mendapat antusias yang sangat luar biasa dari peserta. Metode penyuluhan yang diberikan bervariasi, mulai dari penyampaian melalui slide, nonton video, melalui musik dan lagu, hingga pemberian doorprize. Penyuluhan mencakup tentang kebersihan dan kesehatan, baik tentang gosok gigi, cuci tangan untuk anak SD dan mengenai seks bebas, obat-obatan terlarang dan p3k untuk siswa-siswi SMP dan SMA.
Rangkaian acara bakti sosial terus berjalan hingga keesokan harinya. Di hari minggu, TMA kembali beraksi untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat desa Parang Gombong mengenai kebersihan dan kesehatana yang terangkum dalam materi PHBS (Pola Hdup Bersih dan Sehat). Penyuluhan berjalan dengan baik dan sangat meriah di pagi hari dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan bakti sosial secara terpusat hingga ditutup pada siang hari pukul 2 siang.
Dengan ditutupnya kegiatan bakti sosial, berakhir pula rangkaian kegiatan TMA di proyek kali ini. Untuk pulang, kami kembali berlayar dan menempuh perjalan ke tempat masing-masing. Meskipun lelah, proyek kali ini sangat memberikan pengalaman yang berarti. Semoga bakti sosial ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Dan secara khusus, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada K-Ped yang telah memberi kepercayaan kepada TMA untuk ikut berkerjasama. Semoga kerjasama dan silaturahmi kita bisa terus terjalin. Dan yang lebih penting adalah mari kita terus berkerja untuk Indonesia.

















KEREN hahaahhah........... (deja)
ReplyDelete